Kamis, 23 Desember 2010

Selamat Hari Ibu ^^



Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. – Kel 20:12
 
Kemarin di gereja kami mengadakan “Minggu Menghormati Orang Tua”. Satu hal yang menarik, kebanyakan orang Tionghoa yang belum percaya menganggap bahwa ke gereja akan membuat mereka tidak lagi menghormati orangtua. Padahal jelas Alkitab jauh lebih dahulu mengajarkan konsep menghormati orang tua daripada tradisi Tionghoa (Kong Hu Cu).  Dan gereja pun memberikan ruang untuk menghormati orang tua. Peran orangtua hampir-hampir tak tergantikan oleh apa pun dan oleh siapa pun. Memang ada orang tua yang tidak bertanggungjawab , tetapi walaupun demikian, seorang anak tetap berhutang kepada orang tuanya, minimal  berhutang karena melalui mereka dia boleh dilahirkan di dunia ini. Mengapa Allah memberikan perintah untuk menghormati orangtua?
 
Pertama, Allah menjadikan orang tua sebagai wakil Allah dalam dunia ini. Menghormati ayah dan ibu bukan hanya sekedar menghormati sesama kita, tetapi menghormati mereka sebagai wakil dari Allah. Orang tua adalah wakil dari Allah. Sebagaimana kita melayani Allah dengan hormat dan takut, maka wakil Allah yakni ayah dan ibu kita pun harus dihormati. Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu (Imamat  19:3). Tuhan memandang tinggi penghormatan terhadap orangtua sehingga disejajarkan dengan menghormati hari Sabat. Perhatikan bahwa hanya dua perintah ini dalam 10 Hukum yang tidak menggunakan kata “Jangan”. Mungkin orangtua kita sendiri, jarang atau bahkan tidak pernah menuntut kita untuk menghormatinya. Namun, kita belajar dari firman Tuhan ini, bahwa Tuhanlah yang menunutut kita untuk menghormati ayah dan ibu kita.  Ini adalah perintah Tuhan sendiri. Suatu "kewajiban" yang tidak dapat ditawar-tawar. Tuhan menuntut kita untuk menghormati wakilnya di dunia ini, yakni orang tua kita. 
 
Kedua, Menghormati orangtua adalah hukum yg paling mendasar bahkan boleh dikatakan paling penting di antara larangan:jangan membunuh, jangan berzinah.  Dalam 10 Hukum Tuhan, relasi dengan sesama yang paling pertama kali disebut oleh Tuhan adalah masalah hubungan dengan orang-tua! Soal relasi seseorang dengan ayah dan ibunya! Ini disebut lebih dahulu daripada membunuh, mencuri, berzinah, dan sebagainya. Hukum pertama, jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu, merupakan pondasi dari hukum ke-2, 3 dan 4.  Jangan ada Allah lain dihadapanKu merupakan pondasi dari hukum: jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, ingat dan kuduskanlah hari sabat. Seseorang tidak akan membuat patung untuk disembah, kalau di dalam hatinya tidak ada allah lain selain Yahweh. Dan kita tidak akan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan kalau dalam hati kita hanya ada Yahweh, kita pasti akan menghormatiNya. Demikian juga seseorang pasti akan menguduskan hari sabat kalau dia benar-benar dalam hatinya hanya ada Allah dan bukan uang atau pekerjaan.  Jadi hukum 2,3,4 merupakan perluasan dari hukum pertama.  Sama halnya, hukum kelima: hormatilah ayahmu dan ibumu merupakan pondasi dari hukum ke 6,7,8,9,10. Bila seorang anak  menghormati orang tuanya, maka kita sudah bisa menilai moralnya. Pembunuhan, perzinahan, pencurian, kebanyakan dapat dihindari jikalau keluarga beres. Banyak kejahatan terjadi dalam masyarakat, disebabkan karena keluarga tidak beres, di mana anak tidak lagi menghormati orang tuanya. dan ini merembet kemasyarakat. Kebanyakan anak-anak yang bermasalah di sekolah, berasal dari keluarga yang broken home, Kebanyakan  membenci orang tuanya. kalau bukan ayah, maka ibu yang tidak dihormati.  Tetapi sebaliknya, jikalau seorang anak menghormati orang tuanya, maka pembunuhan, perzinahan, pencurian, dusta, dapat dihindari. Jadi menghormati orang tua adalah pondasi dari hukum lain yang mengatur hubungan kita dengan sesama. Keharmonisan keluarga merupakan keharmonisan dalam masyarakat. Sebaliknya keluarga yang berantakan karena tidak adanya rasa hormat terhadap orang tua, mempunyai pengaruh buruk bagi masyarakat. 
 
Bagaimanaka sikap kita terhadap orang tua? Jikalau selama ini kita tidak memiliki rasa hormat kepada orang tua, maka bertobatlah segera pada hari ini. Bagaimanapun buruknya orangtuamu, dia tetap wakil Allah. Kita tidak boleh membencinya. Bagaimanapun buruknya orangtuamu, perintah untuk menghormati mereka tetap berlaku dan merupakan perintah yang menjadi fondasi dari perintah-perintah yang lain. Efesus 6:1,3:  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian …  supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Memang ada saat-saat di mana orang tua juga bisa salah. Dalam kasus ini, kita harus lebih taat kepada Tuhan. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan (Kol 3:20). Kalimat ‘itulah yang indah di dalam Tuhan’. Terjemahan NASB: ‘well pleasing to the Lord’ (menyenangkan Tuhan). Jadi batas ketaatan adalah Firman Tuhan/kehendak Tuhan. Ketaatan kepada orang tua bukanlah ketaatan yang tak terbatas seperti ketaatan kepada Tuhan. Kalimat ‘dalam segala hal’ harus digabungkan dengan Ef 6:1 ‘di dalam Tuhan’. Jadi, anak harus taat selama perintah orang tua tak bertentangan dengan kehendak Tuhan/Firman Tuhan.
 
Sampai kapan seorang anak harus taat kepada orang tuanya? John Stott menganggap hal itu tergantung tradisi setem­pat. Di Romawi pada zaman Paulus, anak harus tunduk kepada orang tua selama orang tua masih hidup. Di Inggris pada abad 20, usia 18 tahun dianggap sudah dewasa dan bebas dari orang tua. Ketaatan ada batasnya, tetapi hormat pada orangtua tak ada batas­nya. Jadi, kalaupun orangtua memberikan perintah yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita tak boleh mentaatinya, tetapi tetap harus menghormatinya! Jikalau Anda masih memiliki orangtua, kasihi dan hormati mereka sekarang, karena tidak selamanya mereka akan ada bersama-sama kita.
 
Selamat Menjadi Berkat!
 


Sadikin Gunawan

From: sadikin gunawan <sadikingunawan@yahoo.com>




Tidak ada komentar:

Posting Komentar