
Kebiasaan adalah hal-hal yang kita lakukan berulang-ulang. Tetapi kebanyakan kita tidak sadar akan kebiasaan kita. Mereka seperti berjalan sendiri. Mahatma Gandhi, pernah berkata, “Masa lalumu, adalah masa depanmu”. Kami pernah menjadi seorang remaja. Dan seperti yang dikatakan Gandhi, maka kami percaya, bahwa apa jadinya kami saat ini, adalah kebiasaan-kebiasaan kami yang kami lakukan pada saat disebut “remaja”.
Menjadi remaja itu asyik dan menantang. Jika masa anak-anak, dunia ini seperti “arena bermain”, maka masa remaja, kami menyebutnya sebagai “hutan belantara”. Maka jika kamu sudah masuk ke “hutan belantara” ini tanpa “kompas”, mungkin kamu sedang berada di depan pintu gerbang dengan papan nama bertulisan besar, “SELAMAT DATANG! DI PINTU GERBANG KETERSESATAN”.
Artikel ini, kami publikasikan kepada sahabat tongkol muda (khususnya bagi mereka yang menginjak usia remaja),sebagai kompas, petunjuk untuk mengetahui dan be a ware atas kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif saat kamu menjalani kehidupan sebagai seorang remaja. Karena jika kebiasaan-kebiasaan ini tidak kamu atasi saat remaja, mungkin gambaran kehidupanmu masa mendatang sudah bisa dibayangkan seperti apa.
Namun berita gembiranya adalah, kamu lebih kuat daripada kebiasaan-kebiasaan yang kita buat. Oleh karenanya, kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif seperti yang tercantum di bawah ini, kamu dapat MENGUBAHNYA.
Jadi, sudah siap untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan tidak efektif apa saja sih, yang sering dilakukan remaja? Berikut ketujuh kebiasaan tersebut, yang kami kutip dari buku “The 7 Habits of Highly Effective Teens (7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif)” karya Sean Covey.
Kebiasaan 1: Bersikap Reaktif
Pada penerimaan raport, ternyata nilai hasil rapotmu mengecewakan. Banyak nilai merah yang kamu dapat, tidak lulus di beberapa pelajaran. Kamu mencak-mencak, menyalahkan gurumu karena merasa gurumu tidak suka dengan apa yang kamu lakukan di sekolah dan dia punya alasan untuk tidak meluluskanmu. Padahal, kamu sendiri tidak pernah mengerjakan PR dan sering bolos. Silahkan salahkan segala masalahmu pada orangtuamu, guru-guru atau dosenmu yang tolol, lingkunganmu yang sialan, pacarmu, pemerintah atau apalah. Anggaplah dirimu cuma korban. Tidak usah bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Bersikaplah seperti binatang. Kalau lapar, makan. Kalau mengantuk, tidur seharian. Kalau seseorang membentakmu, balas bentak. Kamu ingin melakukan sesuatu yang sudah kamu tahu itu keliru, lakukan saja.
Kebiasaan 2: Tidak usah punya tujuan akhir
Hiduplah untuk saat ini. Esok adalah hari yang berbeda, dan jangan memikirkan apa yang akan terjadi besok. Sebisa mungkin, hindarilah sasaran-sasaran yang kamu capai. Tidurlah sesukamu, sia-siakanlah waktumu, silahkan pesta terus, karena toh besok juga kita mati.
Kebiasaan 3: Lupakan yang Utama
Apapun yang paling penting dalam hidupmu, tidak usah kamu kerjakan. Tundalah PR-mu, sampai besok setelah kamu puas nonton film yang pernah kamu tonton, ngobrol tiada habis-habisnya di telepon, pacaran dari pagi sampai malam. Kerjakan yang tidak penting dulu ketimbang yang penting.
Kebiasaan 4: Usahakanlah untuk Selalu Menang
Pandanglah hidup ini sebagai arena persaingan yang kejam, tiada ampun. Teman sekelasmu ingin mengalahkanmu, maka sebaiknya kamu kalahkan dulu. Teman sekolahmu, bawa mobil ke sekolah, dan kamu tidak ingin kalah, dan kamu tinggal minta pada orang tuamu. Kalau tidak diberi, kamu keluarkan jurus ngambekmu. Karena kamu berpikir, jika mereka menang, kamu yang kalah. Tetapi kalau kamu kelihatannya kalah, seretlah si brengsek itu supaya jatuh sekalian.
Kebiasaan 5: Usahakanlah untuk Bicara Dulu, Lalu Pura-pura mendengarkan
Kamu dilahirkan dengan mulut, so ini mulut-mulut gue donk, jadi pakailah. Pastikanlah kamu banyak bicara. Ungkapkanlah pandanganmu dulu. Begitu kamu yakin semua orang mengerti pandanganmu, pura-puralah mendengarkan dengan mengangguk-ngangguk dan menjawab, “gitu ya“. Padahal kamu tidak antusias dengan apa yang mereka bicarakan.
Kebiasaan 6: Jangan Bekerjasama
Hadapilah kenyataan, orang lain itu kan aneh dan berbeda darimu. Untuk apa berusaha akur dengan mereka? Karena kamu kan selalu punya gagasan terbaik, lebih baik mengerjakan segalanya sendirian.
Kebiasaan 7: Mati-matianlah Walaupun Kamu Sudah Kelelahan
Sibukkanlah dirimu sedemikian rupa sehingga kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk memperbaharui atau memperbaiki dirimu. Tidak usah belajar. Tidak usah belajar sesuatu yang baru. Tidak usah intropeksi diri. Hindarilah hal-hal diatas, seperti penyakit. Dan demi sorga dan kenikmatan duniawi yang semu nih, jauhkanlah dirimu dari buku-buku yang baik, informasi-informasi agar menjadi remaja yang efektif, atau dari apapun yang memberikan inspirasi kepadamu.
Nah sahabat tongkolmuda, apa kamu saat ini, sedang tersenyum-tersenyum setelah membaca 7 kebiasaan remaja yang sangat tidak efektif di atas? Tidak apa-apa, hal ini mungkin bisa disebabkan karena kamu pernah melakukan seperti-seperti hal-hal yang diatas. Jadi, jika kamu pernah melakukan dan akhirnya ketujuh atau salah satu dari kebiasaan itu, menjadi kebiasaamu saat ini, maka seperti yang kami sebut di atas, kebiasaan-kebiasaan itu dapat kita ubah.
Ubahlah kebiasaan-kebiasaan tidak efektif itu menjadi kebiasaan yang efektif. Bersikap proaktif, hindari bersikap egois, dan utamakan hal-hal apa saya yang akan membuat kita menjadi remaja disukai oleh banyak orang dan bisa keluar dengan selamat dari dunia yang kita sebut hutan belantara ini, karena masa depanmu ditentukan saat ini juga.
memang sebagai remaja yang ingin produktif dan berkualitas kita harus mengerti kelemahan kita sendiri :)
BalasHapus