Kamis, 30 Desember 2010

Jembatan Internasional Terpendek di Dunia yang Menghubungkan 2 Negara

Halo Sobat SC!!!
Kali ini Admin SC pengen share bwat Sohib2 SC seputar hal-hal yang menarik diseluruh dunia yang akan selalu admin SC postingkan di blog ini. Pertanyaannya ialah kenapa tidak di pagenya SC aza? Nah untuk page mungkin kita memiliki keterbatasan,sehingga untuk hal itu dengan kebijakan dari para admin SC,kami menyediakan blog ini bagi kawan SC. So kawan2 SC dapat ilmu + hiburan fb-an di pagenya SC :)

Tanpa panjang lebar lagi...,postingan kali ini tentang Jembatan Internasional Terpendek di Seluruh dunia :)
Check It Out !!!
Dua pulau yang saling berdekatan ternyata berada dalam dua wilayah berbeda. Pulau yang besar berada dalam wilayah Kanada sedang pulau yg kecil berada di wilayah Amerika Serikat. Yang menarik dua pulau beda Negara ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 10 meter. Inilah jembatan internasional terkecil atau terpendek di dunia.
‘Pasangan’ pulau terketak dekat Rockport disebut Zavikon. Dua pulau itu termasuk kumpulan ‘kepulauan seribu’ yang berada di Saint Lawrence River di Teluk Alexandria, perbatasan AS-Kanada.

Persetujuan batas wilayah ini telah disepakati antara kedua Negara-AS dan Kanada-sejak 1793. Namun kedua Negara memutuskan tidak akan membagi dua pulau diperbatasan. Sekitar 2/3 pulau berada di wilayah kanada, 1/3 nya berada di amerika. AS maupun Kanada, menganggap posisi mereka setara dalam hal kepemilikan pulau.

Namun bagi pemandu wisata ini merupakan ‘keuntungan’ karena dari segi pariwisata keberadaan dua pulau ini menjadi sangat unik dan menarik ‘dijual’. Para pemandu wisata ingin jembatan internasional terkecil di dunia diketahui khalayak.

Pulau besar yg diklaim sebagai wilayah kanada dibangun rumah, sementara pulau kecil yg merupakan bagian dari Amerika, berfungsi sebagai halaman belakang rumah.
 sumber 1
sumber 2

Read more >>

Kamis, 23 Desember 2010

7 Kebiasaan Remaja yang Kurang Efektif



Kebiasaan adalah hal-hal yang kita lakukan berulang-ulang. Tetapi kebanyakan kita tidak sadar akan kebiasaan kita. Mereka seperti berjalan sendiri. Mahatma Gandhi, pernah berkata, “Masa lalumu, adalah masa depanmu”. Kami pernah menjadi seorang remaja. Dan seperti yang dikatakan Gandhi, maka kami percaya, bahwa apa jadinya kami saat ini, adalah kebiasaan-kebiasaan kami yang kami lakukan pada saat disebut “remaja”.
Menjadi remaja itu asyik dan menantang. Jika masa anak-anak, dunia ini seperti “arena bermain”, maka masa remaja, kami menyebutnya sebagai “hutan belantara”. Maka jika kamu sudah masuk ke “hutan belantara” ini tanpa “kompas”, mungkin kamu sedang berada di depan pintu gerbang dengan papan nama bertulisan besar, “SELAMAT DATANG! DI PINTU GERBANG KETERSESATAN”.
Artikel ini, kami publikasikan kepada sahabat tongkol muda (khususnya bagi mereka yang menginjak usia remaja),sebagai kompas, petunjuk untuk mengetahui dan be a ware atas kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif saat kamu menjalani kehidupan sebagai seorang remaja. Karena jika kebiasaan-kebiasaan ini tidak kamu atasi saat remaja, mungkin gambaran kehidupanmu masa mendatang sudah bisa dibayangkan seperti apa.
Namun berita gembiranya adalah, kamu lebih kuat daripada kebiasaan-kebiasaan yang kita buat. Oleh karenanya, kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif seperti yang tercantum di bawah ini, kamu dapat MENGUBAHNYA.
Jadi, sudah siap untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan tidak efektif apa saja sih, yang sering dilakukan remaja? Berikut ketujuh kebiasaan tersebut, yang kami kutip dari buku “The 7 Habits of Highly Effective Teens (7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif)” karya Sean Covey.
Kebiasaan 1: Bersikap Reaktif
Pada penerimaan raport, ternyata nilai hasil rapotmu mengecewakan. Banyak nilai merah yang kamu dapat, tidak lulus di beberapa pelajaran. Kamu mencak-mencak, menyalahkan gurumu karena merasa gurumu tidak suka dengan apa yang kamu lakukan di sekolah dan dia punya alasan untuk tidak meluluskanmu. Padahal, kamu sendiri tidak pernah mengerjakan PR dan sering bolos. Silahkan salahkan segala masalahmu pada orangtuamu, guru-guru atau dosenmu yang tolol, lingkunganmu yang sialan, pacarmu, pemerintah atau apalah. Anggaplah dirimu cuma korban. Tidak usah bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Bersikaplah seperti binatang. Kalau lapar, makan. Kalau mengantuk, tidur seharian. Kalau seseorang membentakmu, balas bentak. Kamu ingin melakukan sesuatu yang sudah kamu tahu itu keliru, lakukan saja.
Kebiasaan 2: Tidak usah punya tujuan akhir
Hiduplah untuk saat ini. Esok adalah hari yang berbeda, dan jangan memikirkan apa yang akan terjadi besok. Sebisa mungkin, hindarilah sasaran-sasaran yang kamu capai. Tidurlah sesukamu, sia-siakanlah waktumu, silahkan pesta terus, karena toh besok juga kita mati.
Kebiasaan 3: Lupakan yang Utama
Apapun yang paling penting dalam hidupmu, tidak usah kamu kerjakan. Tundalah PR-mu, sampai besok setelah kamu puas nonton film yang pernah kamu tonton, ngobrol tiada habis-habisnya di telepon, pacaran dari pagi sampai malam. Kerjakan yang tidak penting dulu ketimbang yang penting.
Kebiasaan 4: Usahakanlah untuk Selalu Menang
Pandanglah hidup ini sebagai arena persaingan yang kejam, tiada ampun. Teman sekelasmu ingin mengalahkanmu, maka sebaiknya kamu kalahkan dulu. Teman sekolahmu, bawa mobil ke sekolah, dan kamu tidak ingin kalah, dan kamu tinggal minta pada orang tuamu. Kalau tidak diberi, kamu keluarkan jurus ngambekmu. Karena kamu berpikir, jika mereka menang, kamu yang kalah. Tetapi kalau kamu kelihatannya kalah, seretlah si brengsek itu supaya jatuh sekalian.
Kebiasaan 5: Usahakanlah untuk Bicara Dulu, Lalu Pura-pura mendengarkan
Kamu dilahirkan dengan mulut, so ini mulut-mulut gue donk, jadi pakailah. Pastikanlah kamu banyak bicara. Ungkapkanlah pandanganmu dulu. Begitu kamu yakin semua orang mengerti pandanganmu, pura-puralah mendengarkan dengan mengangguk-ngangguk dan menjawab, “gitu ya“. Padahal kamu tidak antusias dengan apa yang mereka bicarakan.
Kebiasaan 6: Jangan Bekerjasama
Hadapilah kenyataan, orang lain itu kan aneh dan berbeda darimu. Untuk apa berusaha akur dengan mereka? Karena kamu kan selalu punya gagasan terbaik, lebih baik mengerjakan segalanya sendirian.
Kebiasaan 7: Mati-matianlah Walaupun Kamu Sudah Kelelahan
Sibukkanlah dirimu sedemikian rupa sehingga kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk memperbaharui atau memperbaiki dirimu. Tidak usah belajar. Tidak usah belajar sesuatu yang baru. Tidak usah intropeksi diri. Hindarilah hal-hal diatas, seperti penyakit. Dan demi sorga dan kenikmatan duniawi yang semu nih, jauhkanlah dirimu dari buku-buku yang baik, informasi-informasi agar menjadi remaja yang efektif, atau dari apapun yang memberikan inspirasi kepadamu.
Nah sahabat tongkolmuda, apa kamu saat ini, sedang tersenyum-tersenyum setelah membaca 7 kebiasaan remaja yang sangat tidak efektif di atas? Tidak apa-apa, hal ini mungkin bisa disebabkan karena kamu pernah melakukan seperti-seperti hal-hal yang diatas. Jadi, jika kamu pernah melakukan dan akhirnya ketujuh atau salah satu dari kebiasaan itu, menjadi kebiasaamu saat ini, maka seperti yang kami sebut di atas, kebiasaan-kebiasaan itu dapat kita ubah.
Ubahlah kebiasaan-kebiasaan tidak efektif itu menjadi kebiasaan yang efektif. Bersikap proaktif, hindari bersikap egois, dan utamakan hal-hal apa saya yang akan membuat kita menjadi remaja  disukai oleh banyak orang dan bisa keluar dengan selamat dari dunia yang kita sebut hutan belantara ini, karena masa depanmu ditentukan saat ini juga.
Read more >>

Selamat Hari Ibu ^^



Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. – Kel 20:12
 
Kemarin di gereja kami mengadakan “Minggu Menghormati Orang Tua”. Satu hal yang menarik, kebanyakan orang Tionghoa yang belum percaya menganggap bahwa ke gereja akan membuat mereka tidak lagi menghormati orangtua. Padahal jelas Alkitab jauh lebih dahulu mengajarkan konsep menghormati orang tua daripada tradisi Tionghoa (Kong Hu Cu).  Dan gereja pun memberikan ruang untuk menghormati orang tua. Peran orangtua hampir-hampir tak tergantikan oleh apa pun dan oleh siapa pun. Memang ada orang tua yang tidak bertanggungjawab , tetapi walaupun demikian, seorang anak tetap berhutang kepada orang tuanya, minimal  berhutang karena melalui mereka dia boleh dilahirkan di dunia ini. Mengapa Allah memberikan perintah untuk menghormati orangtua?
 
Pertama, Allah menjadikan orang tua sebagai wakil Allah dalam dunia ini. Menghormati ayah dan ibu bukan hanya sekedar menghormati sesama kita, tetapi menghormati mereka sebagai wakil dari Allah. Orang tua adalah wakil dari Allah. Sebagaimana kita melayani Allah dengan hormat dan takut, maka wakil Allah yakni ayah dan ibu kita pun harus dihormati. Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu (Imamat  19:3). Tuhan memandang tinggi penghormatan terhadap orangtua sehingga disejajarkan dengan menghormati hari Sabat. Perhatikan bahwa hanya dua perintah ini dalam 10 Hukum yang tidak menggunakan kata “Jangan”. Mungkin orangtua kita sendiri, jarang atau bahkan tidak pernah menuntut kita untuk menghormatinya. Namun, kita belajar dari firman Tuhan ini, bahwa Tuhanlah yang menunutut kita untuk menghormati ayah dan ibu kita.  Ini adalah perintah Tuhan sendiri. Suatu "kewajiban" yang tidak dapat ditawar-tawar. Tuhan menuntut kita untuk menghormati wakilnya di dunia ini, yakni orang tua kita. 
 
Kedua, Menghormati orangtua adalah hukum yg paling mendasar bahkan boleh dikatakan paling penting di antara larangan:jangan membunuh, jangan berzinah.  Dalam 10 Hukum Tuhan, relasi dengan sesama yang paling pertama kali disebut oleh Tuhan adalah masalah hubungan dengan orang-tua! Soal relasi seseorang dengan ayah dan ibunya! Ini disebut lebih dahulu daripada membunuh, mencuri, berzinah, dan sebagainya. Hukum pertama, jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu, merupakan pondasi dari hukum ke-2, 3 dan 4.  Jangan ada Allah lain dihadapanKu merupakan pondasi dari hukum: jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun, jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, ingat dan kuduskanlah hari sabat. Seseorang tidak akan membuat patung untuk disembah, kalau di dalam hatinya tidak ada allah lain selain Yahweh. Dan kita tidak akan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan kalau dalam hati kita hanya ada Yahweh, kita pasti akan menghormatiNya. Demikian juga seseorang pasti akan menguduskan hari sabat kalau dia benar-benar dalam hatinya hanya ada Allah dan bukan uang atau pekerjaan.  Jadi hukum 2,3,4 merupakan perluasan dari hukum pertama.  Sama halnya, hukum kelima: hormatilah ayahmu dan ibumu merupakan pondasi dari hukum ke 6,7,8,9,10. Bila seorang anak  menghormati orang tuanya, maka kita sudah bisa menilai moralnya. Pembunuhan, perzinahan, pencurian, kebanyakan dapat dihindari jikalau keluarga beres. Banyak kejahatan terjadi dalam masyarakat, disebabkan karena keluarga tidak beres, di mana anak tidak lagi menghormati orang tuanya. dan ini merembet kemasyarakat. Kebanyakan anak-anak yang bermasalah di sekolah, berasal dari keluarga yang broken home, Kebanyakan  membenci orang tuanya. kalau bukan ayah, maka ibu yang tidak dihormati.  Tetapi sebaliknya, jikalau seorang anak menghormati orang tuanya, maka pembunuhan, perzinahan, pencurian, dusta, dapat dihindari. Jadi menghormati orang tua adalah pondasi dari hukum lain yang mengatur hubungan kita dengan sesama. Keharmonisan keluarga merupakan keharmonisan dalam masyarakat. Sebaliknya keluarga yang berantakan karena tidak adanya rasa hormat terhadap orang tua, mempunyai pengaruh buruk bagi masyarakat. 
 
Bagaimanaka sikap kita terhadap orang tua? Jikalau selama ini kita tidak memiliki rasa hormat kepada orang tua, maka bertobatlah segera pada hari ini. Bagaimanapun buruknya orangtuamu, dia tetap wakil Allah. Kita tidak boleh membencinya. Bagaimanapun buruknya orangtuamu, perintah untuk menghormati mereka tetap berlaku dan merupakan perintah yang menjadi fondasi dari perintah-perintah yang lain. Efesus 6:1,3:  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian …  supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Memang ada saat-saat di mana orang tua juga bisa salah. Dalam kasus ini, kita harus lebih taat kepada Tuhan. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan (Kol 3:20). Kalimat ‘itulah yang indah di dalam Tuhan’. Terjemahan NASB: ‘well pleasing to the Lord’ (menyenangkan Tuhan). Jadi batas ketaatan adalah Firman Tuhan/kehendak Tuhan. Ketaatan kepada orang tua bukanlah ketaatan yang tak terbatas seperti ketaatan kepada Tuhan. Kalimat ‘dalam segala hal’ harus digabungkan dengan Ef 6:1 ‘di dalam Tuhan’. Jadi, anak harus taat selama perintah orang tua tak bertentangan dengan kehendak Tuhan/Firman Tuhan.
 
Sampai kapan seorang anak harus taat kepada orang tuanya? John Stott menganggap hal itu tergantung tradisi setem­pat. Di Romawi pada zaman Paulus, anak harus tunduk kepada orang tua selama orang tua masih hidup. Di Inggris pada abad 20, usia 18 tahun dianggap sudah dewasa dan bebas dari orang tua. Ketaatan ada batasnya, tetapi hormat pada orangtua tak ada batas­nya. Jadi, kalaupun orangtua memberikan perintah yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita tak boleh mentaatinya, tetapi tetap harus menghormatinya! Jikalau Anda masih memiliki orangtua, kasihi dan hormati mereka sekarang, karena tidak selamanya mereka akan ada bersama-sama kita.
 
Selamat Menjadi Berkat!
 


Sadikin Gunawan

From: sadikin gunawan <sadikingunawan@yahoo.com>




Read more >>

THERE IS NO DAY WITHOUT ARE

Dalam perjalan hidup, seringkali kita dihadapkan pada pilihan. Kita harus memilih jalan mana yang akan kita tempuh. Jalan yang kita pilih itulah yang akan membawa kita ke suatu tempat yang berbeda.

Sungguh menyenangkan jika perjalanan hidup kita mempunyai marka jalan yang terlihat jelas. Marka jalan yang membuat kita tidak tersesat dalam perjalanan hidup. Marka jalan yang menunjukan kapan kita harus membelok ke kiri atau ke kanan. Marka jalan yang menunjukkan berapa km lagi kita harus berjalan untuk sampai ke tempat tujuan yang hendak kita capai. Marka jalan yang menuntun kita untuk sampai ke suatu tempat yang terbaik.

Sebenarnya kita semua masing-masing telah dikarunia marka jalan dalam perjalanan kehidupan ini. Marka jalan itu berupa KATA HATI. Kata hati memberikan pesan-pesan untuk membuat kita memilih jalan dalam kehidupan ini. Kadang kala kata hati menyampaikan pesan-pesan dengan sangat jelas seperti layaknya marka jalan ketika cuaca sedang cerah. Kadang kala kata hati memberikan pesan-pesan tersamar dan kabur seperti layaknya marka jalan ketika jalan sedang berkabut atau hujan.

Apapun jalan yang kita pilih ketika kita berada di persimpangan jalan kehidupan ini, kita tidak dapat lagi memutar balik. Perjalanan kehidupan ini bukan seperti perjalanan di atas mobil di sebuah jalan yang mempunyai banyak putaran. Perjalanan hidup seperti jalan tol yang lurus dan mempunyai banyak pintu masuk dan pintu keluar. Ketika kita sudah memilih untuk memasuki suatu pint perjalanan hidup maka kita sudah diharuskan membayar apa yang telah kita pilih. Betul , kita bisa saja memilih untuk keluar pada pintu tol terdekat apabila kita merasa telah salah atau ingin mengubah arah perjalanan. Tapi , kita tetap harus membayar atas pilihan awal kita. Dalam perjalanan kehidupan ,waktu dengan segala akibatnya adalah harga yang harus kita bayar ketika kita melakukan kesalahan dalam memilih jalan kehidupan kita.

Kita telah dikarunia KATA HATI untuk memilih jalan kehidupan kita. Banyak di antara kita yang tidak dengan teliti untuk mendengarkan kata hati sehingga marka jalan kehidupan kita menjadi marka seperti di jalan yang berkabut atau hujan, sangat tidak jelas dan kabur. Kita seringkali dihadapkan pada suatu keadaan ketika kita tidak mampu mendengarkan dan mengikuti kata hati kita. Dan yang lebih parah adalah ketika kita mampu mendengarkan kata hati kita tapi kita tidak mau mengikuti kata hati kita.

Kata hati bukanlah suatu hasil pemikiran yang disertai dengan logika. Kadang kala memang sangat sulit membedakan kata hati dengan kata-kata yang keluar dari pemikiran kita.. Pikiran kita menilai sesuatu hal pada tingkatan baik atau buruk dan otak kita dapat memikirkan ratusan bahkan ribuan hal dalam waktu satu menit.

Kata Hati mengatakan suatu yang jujur, tulus , penuh kasih dan sesuai dengan hati nurani kita.Ketika kita dihadapkan pada suatu pilihan, kata hati selalu muncul pertama kali dari hati kecil kita.

Mengapa kemudian kita menjadi bingung untuk memilih dan merasa tidak pasti dengan kata hati kita? Itu karena kita tidak dengan teliti mendengarkan kata hati kita ketika dia muncul pertama kali. Kata hati yang muncul pertama kali telah dirancuni oleh segala macam bentuk logika dan argument-argument pada pikiran kita maupun orang lain. Kata hati yang jujur menjadi tidak jujur lagi. Kata hati yang tulus kemudian berubah menjadi penuh perhitungan. Kata hati yang penuh kasih mengharap pemberian. Hati nurani kita menjadi tidak bersih lagi.

Kadang kala Kata Hati kita sangat bertentangan dengan kata-kata yang keluar dari pemikiran kita. Tingkatan baik dan buruk dari hasil pemikiran otak kita membuat kita ragu untuk mengikuti kata hati. Logika dan argument dari kata yang keluar dari pemikiran membuat kita ragu akan kata hati kita. Kita menjadi takut akan akibat dari mengikuti Kata Hati.

Tapi ingatlah. Kata hati selalu jujur, tulus , penuh kasih dan sesuai dengan nurani kita. Dia akan selalu menunjukkan kemana kita harus berjalan dalam kehidupan ini. Dia akan selalu menuntun kita pada jalan yang terbaik. Ketika kita mengerti makna kata hati , kita akan sangat mensyukurinya.

Tapi perlu juga diingat Kata Hati sangat dipengaruhi oleh kualitas hati kita. Jagalah selalu kualitas hati kita agar Kata hati kita selalu jujur,tulus dan penuh kasih. Semoga dengan demikian apapun jalan yang kita pilih selama kita mengikuti Kata Hati maka jalan itulah yang terbaik bagi kita sendiri.

Dengarkanlah Kata Hati kita dengan lebih teliti mulai saat ini. Biarkan Kata Hati menunjukan jalan dalam kehidupan ini. Biarkan Kata Hati membimbing kita dalam perjalanan kehidupan ini. Biarkan Kata Hati membawa kita ke tujuan yang terbaik dalam perjalanan hidup ini.

Tips

1. Jagalah selalu kualitas hati kita agar kata hati kita selalu berkualitas

2. Hati-hati dalam membedakan antara kata hati dan kata dari hasil pemikiran

3. Kosongkan pikiran (meditasi) dan tenangkan pikiran membantu kita lebih peka untuk mendengarkan kata hati

4. Jangan pernah menolak kata hati karena kata hati selalu jujur,tulus, penuh kasih dan tidak bertentangan dengan hati nurani

5. Terakhir tapi yang terpenting : Berdoa dan mendekatkan dirilah padaNya.

Saya tidak tahu jalan mana yang akan saya pilih. Tidak ada sesuatu pun yang bisa saya lakukan. Tapi saya ingin mendengarkan kata hati saya. Mendengar dan mengikuti kata hati saya ketika dia memanggil karena dia jujur, tulus, penuh kasih dan sesuai dengan hati nurani saya.....


THERE IS NO DAY WITHOUT ARE Memberikan Pelayanan Yg Terbaik Bagi Masyarakat..

From: tience debora valentina <tience_debora@yahoo.com>

Read more >>

MASA REMAJA


Oleh : Debora Sinaga  
Menjadi Remaja
Definisi mengenai remaja tidak hanya melibatkan aspek usia saja, bahwa seseorang pada fase usia tertentu disebut sebagai remaja. Kelompok usia remaja ini sendiri tergolong variatif terkait dengan budaya dan sejarah pada masing-masing daerah. Di Amerika Serikat, dan sebagian besar budaya lain, masa remaja dimulai sekitar usia 10 hingga 13 tahun dan berakhir pada sekitar usia 18 hingga 22 tahun (Santrock, 2007).
            Para ahli mendefinisikan masa remaja (adolescence) sebagai periode transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa, yang melibatkan perubahan-perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emotional. Tugas pokok remaja adalah mempersiapkan diri memasuki masa dewasa (Larson dkk., dalam Santrock, 2007). Lebih lanjut, para ahli perkembangan membedakan masa remaja menjadi periode awal dan periode akhir. Masa remaja awal (early adolescence) kurang lebih berlangsung di masa sekolah menengah pertama atau sekolah menengah akhir dan perubahan pubertal terbesar terjadi di masa ini. Masa remaja akhir (late adolescence) kurang lebih terjadi pada pertengahan dasawarsa yang kedua dari kehidupan. Pada masa remaja akhir ini, minat terhadap karir, pacaran, eksplorasi identitas tergolong lebih menonjol dibandingkan masa awal remaja.
            Masa remaja, sebagaimana yang dikatakan diatas adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dilihat dari perkembangan biologis, pada fase ini terjadi perubahan yang cukup signifikan pada fisik remaja. Perkembangan fungsi seksual dan terjadinya pubertas dianggap sebagai pertanda mulainya masa remaja. Perkembangan kognitif seorang remaja juga mengalami perubahan dan kemajuan, mampu mengorganisasikan berbagai pengalaman nyata dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, untuk kemudian menelurkan gagasan-gagasan tertentu. Remaja mampu berfikir abstrak, idealistik, dan logis. Mampu mengembangkan pemikirannya sendiri atas suatu peristiwa yang terjadi di sekitarnya juga menjadi salah satu manifestasi perkembangan intelektual remaja. Pemikiran-pemikiran remaja ini seringkali bertentangan dengan cara berfikir orangtua sehingga dapat menimbulkan polemik tersendiri.   
            Bila ditinjau dari perkembangan sosialnya, tokoh perkembangan Freudian, Erikson mengatakan bahwa pada masa remaja adalah masa kebingungan peran (role confusion). Pada masa remaja menurut Erikson adalah tahap identitas versus kebingungan identitas (identity versus identity confusion). Pada masa ini, individu dihadapkan pada tantangan untuk menemukan siapakah mereka itu, bagaimana mereka nantinya, dan arah mana yang hendak mereka tempuh dalam hidupnya. Remaja dihadapkan pada peran-peran baru dan status baru. Orangtua sebaiknya mengizinkan mereka untuk menjajaki berbagai peran yang berbeda, maupun berbagai jalur yang terdapat dalam suatu peran tertentu. Jika remaja mampu menjajaki peran-peran semacam itu dengan cara yang sehat dan menemukan hal-hal positif sehingga terjadi kesadaran akan peran tersebut untuk diikuti dalam kehidupan, maka identitas yang positif akan dicapai. Jika suatu identitas terlalu dipaksakan oleh orangtua dan jika remaja tidak cukup berhasil dalam menjajaki berbagai peran dan mendefinisikan masa depannya secara positif, maka mereka akan mengalami kebingungan identitas. Oleh sebab itu, seorang remaja diharapkan mampu menemukan identitas diri mereka yang sesungguhnya sebagai dasar pijakan untuk tahap perkembangan selanjutnya.

----------------------------------------
pengantar diatas saya tuliskan sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan remaja  dan pemuda gereja kita. selama ini, gereja telah mewadahinya dalam bentuk persekutuan P3MI. kita tahu bahwa pemuda gereja adalah tonggak keberlangsungan gereja dimasa depan. Salah satu cermin gereja dimasa mendatang adalah remaja/pemuda di masa kini. saya memiliki kerinduan agar bapak/ibu, kita sekalian dapat mendukung, mendorong dan mengarahkan anak2 remaja untuk mengeksplorasi diri, membangun identitas lewat berbagai aktifitas yang konstruktif. salah satu media dimana seorang remaja dapat mengekspresikan diri dan mengeksplorasi potensinya adalah melalui Persekutuan Pemuda (P3M). 
saya berharap, bapak ibu mau berbagi ide, cara, metode, yang dapat diterapkan oleh pemuda/i sehingga bentuk ibadah dan pelayanan pemuda lebih kreatif, elaboratif dan juga konstruktif untuk perkembangan dirinya sebagai individu, dan sebagai bagian dari keluarga, gereja, dan masyarakat dimana ia berada.

Blessing,
Debora Sinaga
Denpasar - Bali 
Read more >>

Ketika Perut Bumi Mengamuk

gunung-meletus-12
Belum lagi kita bernafas lega ketika Gunung Sinabung dinyatakan tidak terlalu berbahaya lagi, eh.. Gunung Merapi tiba-tiba mengamuk. Baru saja Amukan Gunung Merapi mereda, giliran Gunung Bromo yang unjuk gigi. Sohib SC tahu ngga, Gunung Api sebenarnya memiliki power yang luar biasa untuk menghancurkan peradaban. Seram yach?

Sebagian peradaban dunia pernah hilang akibat sebuah letusan gunung api yang kekuatannya berkali lipat dahsyatnya dibandingkan letusan Gunung Merapi. Merapi yang telah menewaskan lebih dari 100 orang telah membuat kita meratap dipenghujung tahun 2010 ini.

"Tahun tanpa musim panas". Itulah yang terjadi ketika pada suatu Senin, 10 April 1815, Gunung Tambora di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, meluncurkan materi piroklastik. Batuan piroklastik berdiameter 2-15 cm terlontar hingga sejauh 40 kilometer.

Letusan berlangsung delapan hari non stop. Wow! Dan pada puncaknya memuntahkan 150 miliar meter kubik material piroklastik. Supaya sohib SC tahu, kata om Wiki Piroklastik adalah bebatuan
klastik yang terbentuk dari material vulkanik. Piroklastik biasanya dibentukdari abu vulkanik, lapilli dan bom vulkanik yang dikeluarkan dari gunung berapi, bergabung dengan bebatuan di daerah tersebut yang hancur. 

Yang tersisa sesudahnya adalah 92.000 orang ditemukan tewas dan sekitar 80.000 orang tetap hidup, Kerajaan Pekat dan Kerajaan Tambora di Pulau Sumbawa lenyap terkubur, serta suhu bumi turun lebih dari dua derajat Celsius. Salju turun pada Juni di Quebec City, Kanada, tanaman pangan di berbagai belahan dunia gagal panen. Sejarawan John Post menyebutnya, ”krisis besar terakhir di dunia Barat”.

Dari buku Bernice de Jong Boers, Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and Its Aftermath, suara letusan terdengar hingga di Pulau Bangka (jauhnya sekitar 1.500 km), Bengkulu (1.775 km), dan langit di atas Madura (500 km) gelap selama tiga hari. Puncak Gunung Tambora terpotong 1.400 meter tingginya sehingga tinggal 2.800 meter. Seperti mau kiamat saja yach…
gunung-meletus2
Syair Kerajaan Bima menuliskan bencana kapoliptik tersebut:

"Bunyi bahananya sangat berjabuh/Ditempuh air timba habu/Berteriak memanggil anak dan ibu/Disangkanya dunia menjadi kelabu".

Terdahsyat

Itulah letusan terdahsyat dalam sejarah modern manusia. Kekuatannya mencapai sekitar Volcanic Explosivity Index (VEI) 7 dari maksimal VEI 8. Indeks ini analog dengan magnitudo pada gempa bumi yang dinyatakan dengan skala Richter. Skala VEI 8 terjadi saat ledakan Gunung Super Toba pada 73.000 tahun lalu yang menyebabkan terbentuknya Danau Toba yang berdiameter 3.000 km.

Sang Runner Up jawara Letusan gunung api terdahsyat di dunia hingga saat ini masih dipegang oleh gunung yang berlokasi di Nusantara, yaitu Gunung Krakatau.

Pada 27 Agustus 1883, hari Senin, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan VEI 6 yang memicu tsunami setinggi sekitar 50 meter. Sebuah kapal berjarak 80 kilometer pun terlempar hanya karena terkena embusan angin letusan.

Debu Krakatau mengambang ke seluruh dunia selama dua minggu. Dunia pun gelap. Bertahun-tahun efeknya masih terasa, menyebabkan sinar matahari menjadi berbeda yang menginspirasi para penyair Barat. Salah satunya adalah karya penyair Norwegia, "The Scream", yang terinspirasi efek Krakatau.

Pola penyebaran debu vulkanik Krakatau telah membantu pemahaman akan arus angin global. Puncak Gunung Krakatau menghilang dan "lahirlah" Gunung Anak Krakatau yang masih ada hingga saat ini.

Sejarah letusan besar gunung api yang tercatat terbesar ketiga adalah letusan Novarupta yang meletus pada Kamis, 6 Juni 1912, dengan kekuatan VEI 6. Bahan piroklastik "disedot" dari Gunung Katmai yang berjarak sekitar 10 km dari Novarupta. Katmai kemudian tinggal menjadi kaldera berdiameter sekitar 3 kilometer, dengan kedalaman sekitar 265 meter.

Pinatubo

Filipina merupakan tuan rumah bagi gunung dengan letusan keempat terdahsyat. Sabtu, 15 Juni 1991, gunung Pinatubo yang berlokasi dekat dengan Pangkalan AL Amerika Serikat di Subic Bay, Pulau Luzon, Filipina, setelah tertidur selama 500 tahun meletus serta mengakibatkan 850 orang meninggal dunia dan 66.000 orang harus dievakuasi.

Suhu global langsung turun 3 derajat celsius dan selama tiga tahun berikutnya menjadi lebih rendah 1 derajat celsius atau naik dua derajat celsius dibandingkan pascaletusan. Debu piroklastik yang dimuntahkan mencapai 5 miliar meter kubik. Pascaletusan, Pangkalan AL AS di Subic Bay pun ditutup.

Kondisi semakin buruk akibat angin topan Yunya yang menerjang Filipina pada saat bersamaan. Ibarat sudah jatuh ditimpa tangga, kerusakan yang terjadi semakin fatal.

Selebihnya kita bisa berbicara soal letusan Gunung Pelée yang menelan korban 30.000 jiwa (yang terbanyak pada abad ke-20). Tipe letusannya menjadi dasar penetapan jenis letusan gunung api.

Sohib SC juga perlu tahu, berabad-abad sebelumnya, letusan Gunung Vesuvius di Italia telah mengubur peradaban kota Pompei.


Dengan sejarah panjang bencana kayak Dooms Day ini, kita diyakinkan bahwa proses ini akan terus berlangsung sebagai bagian dari proses bumi mencari kesetimbangan baru. Dan, peradaban kita yang hilang pun merupakan bagian dari proses....banyak-banyak berdoa ya sohib SC.

Disadur dari tulisan Brigitta Isworo L yang telah di muat di Harian Kompas Edisi 6 November 2010 dengan Judul “Gunung Api Yang Memusnahkan Peradaban”
Read more >>